KAMPUNG
HALAMANKU
Kampung halamanku,sebuah desa
bernama Kuala Dua yang sangat luas wilayahnya.Bahkan ia termasuk desa yang
paling luas di Kabupaten Kubu Raya.Desa dengan semilir angin syahdu yang
membuat siapa saja kembali tertidur karena alunan angin yang membangkitkan rasa
kantuknya.Desaku sudah sangat tua tapi pemikiran-pemikiran orang didalamnya
tidak pernah tua.Di desa itulah aku menghabiskan masa kecilku mulai dari
sekolah,mengaji,dan masih banyak lagi.Desaku berada di dekat anak sungai Kapuas,jadi
tak jarang kami pergi ke sungai untuk mandi ataupun hanya untuk mengambil
ale-ale di sungai.Nantinya ale-ale tersebut akan kami bakar menggunakan kayu
api sebagai penambah rasa biasanya kami tambahkan garam dan jeruk
nipis.Hemmm,jadi pengen kembali ke masa-masa kecilJ
![]() |
| Bermain kano di danau Hoce,desa Kuala Dua |
Tak jarang banyak tamu-tamu dari
luar Kabupaten yang datang untuk bersosialisasi ke desa kami.Dari sosialisasi
tersebut,mulailah berkembang kreativitas dan rasa kepedulian warga akan
desa.Para bapak-bapak mendirikan Perkumpulan Pemuda Melayu yang sekarang
dikenal dengan nama Khair Barakah untuk membantu memecahkan permasalahan
didesa.Tak hanya itu,mereka juga bergerak di bidang keagamaan dan sosial.Mereka
mengadakan acara keagamaan seperti,santunan kepada anak yatim dan
piatu,yasinan,dan masih banyak lagi.Melihat antusias bapak-bapak di desa
kami,ibu-ibu pun tak mau kalah ambil bagian.Mereka membuat kelompok qasidah dan
anggota khusus untuk memasak saat acara perkawinan.
Setiap tahun saat ada perlombaan
qasidah,mereka selalu turut serta.Sedangkan anggota khusus memasak,mereka akan
sibuk saat musim-musim pengantin baru.Mereka menyiapkan makanan,bahkan biasanya
mereka juga membuka penyewaan alat-alat lainnya.Desa kami memang kalah dalam
urusan keindahan,tapi solidaritas masyarakatnya jangan diragukan.Akhir pekan
ini,desa kami mengadakan turnamen sepak bola.Ini sudah kesekian kalinya
diadakan lomba sepak bola.Ya,desa kami memang memiliki lapangan sepak bola
khusus untuk bermain dan berlatih disana.
Namun desa kami tidak memiliki
lembaga untuk belajar mengaji secara mendalam seperti,TPA (Taman Pendidikan
Al-Qur’an). Dahulu,kami memiliki lembaga tersebut namun seiring berjalannya
waktu TPA itu pun tutup karena keterbatasan biaya.Guru-guru tak sanggup
mengajar dikarenakan gaji yang tidak mencukupi standar.Pekerjaan masyarakat di
desa Kuala Dua ini memang kebanyakan bekerja sebagai buruh bangunan dan asisten
rumah tangga.Hal tersebut,membuat anak-anak di lingkungan kami merasa terbatas
dalam mengekspresikan diri mereka.Ingin mendapatkan ilmu namun terhambat biaya.
Jujur saja melihat semangat para
bapak-bapak dan ibu-ibu di desaku aku terenyuh dan berinisiatif untuk ikut
serta membangun desa ini.Aku mendirikan Rumah Belajar KUALA BERKAH untuk
anak-anak di lingkunganku.Disana anak-anak diajarkan untuk
menulis,membaca,menghitung.Beberapa hari yang lalu,terdapat mahasiswa-mahasiswi
Kuliah Kerja Lapangan dari IAIN PONTIANAK yang melaksanakan kegiatan Pengabdian
Kepada Masyarakat di Desa Kuala Dua.Pada pagi harinya mereka membantu kegiatan
belajar mengajar di MI SIRATUL JANNAH di dekat rumahku sedangkan setiap sorenya
mereka akan mengajarkan membaca Al-Qur’an kepada anak-anak sd disekitaran
lingkungan desa.Tujuannya ialah untuk memberikan ilmu agama secara bertahap
dimulai dari mengaji bersama-sama,tata cara wudhu dan sholat,do’a
sehari-hari,hingga mengajarkan hukum tajwid,rukun iman dan rukun islam.
![]() |
| Mahasiswa KKN mengajar di TPA |
Pendidikan terhadap anak-anak
sangat diperhatikan dalam Islam memandang bahwa setiap anak dilahirkan memiliki
potensi tersendiri.Hal ini membuat desa kami terus bergerak untuk memajukan
kesejahteraan anak-anak di desa dengan menggali potensi-potensi mereka.Mulai
dari membentuk organisasi remaja masjid,perkumpulan qasidah anak-anak,sanggar
tari tradisional,dan sebagainya.Desaku memang tak seindah,tak semaju,dan tak
secanggih desa lainnya.Namun,desaku tetaplah desaku.Disanalah aku
tumbuh,mendapatkan pendidikan,pembelajaran,kepedulian,rasa empati,dan segala
hal yang berguna untuk masa depan.Kita tahu bahwa membangun desa tak semudah
membalikkan telapak tangan,namun dibalik itu,aku yakin ada orang-orang yang
dengan semangatnya ingin menumbuhkan dan memajukan desaJ



Tidak ada komentar:
Posting Komentar